Menjalankan toko online memang menyenangkan, tetapi ada tantangannya—salah satu yang terbesar adalah pelanggan yang pergi sebelum menyelesaikan pembelian mereka. Anda mungkin menyadari hal ini di toko Anda sendiri Beberapa pergi setelah menambahkan item ke keranjang (abandon penjualan keranjang), sementara yang lain pergi selama langkah terakhir checkout (abandon penjualan checkout).
Kedua situasi ini terdengar serupa tetapi sebenarnya merupakan masalah yang berbeda abandon penjualan keranjang dan abandon penjualan checkout. Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk menemukan celah nyata dalam corong penjualan Anda. Dalam panduan ini, kami akan menguraikannya dengan contoh, statistik, dan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk membantu Anda memulihkan lebih banyak penjualan yang hilang.
Apa itu Abandon Penjualan Keranjang?
Abandon penjualan keranjang terjadi ketika pembelanja menambahkan item ke keranjang mereka tetapi pergi sebelum memasuki proses checkout.
Contoh Pelanggan yang menjelajahi toko pakaian menambahkan dua kemeja ke keranjang tetapi pergi tanpa mengeklik “Checkout.”
Alasan Umum Abandon Penjualan Keranjang
- Biaya tambahan yang tidak terduga – Pengiriman, pajak, atau biaya tersembunyi mengejutkan pembeli.
- Perbandingan harga – Banyak pengguna menambahkan item ke keranjang sebagai cara untuk “menandai” produk sambil menjelajahi toko lain.
- Hambatan pembuatan akun – Beberapa toko memaksa pendaftaran sebelum checkout, yang membuat pengguna baru enggan.
- Kurangnya kepercayaan – Tidak ada kebijakan pengembalian yang jelas, ulasan, atau sinyal pembayaran yang aman.
- Pilihan pembayaran terbatas – Pelanggan tidak menemukan metode yang mereka sukai.
Statistik untuk diketahui Menurut Baymard Institute, rata-rata tingkat abandon penjualan keranjang global adalah 70.19%. Itu berarti 7 dari 10 pembeli pergi tanpa membeli.
Bagaimana Cara Mengurangi Abandon Penjualan Keranjang?
- Tunjukkan total biaya lebih awal (hindari kejutan di menit-menit terakhir).
- Aktifkan checkout tamu – Jangan paksa pembuatan akun.
- Tawarkan beberapa opsi pembayaran – Kartu kredit, dompet digital, UPI, PayPal, dll.
- Gunakan iklan penargetan ulang – Ingatkan pelanggan tentang produk yang mereka tinggalkan.
- Kirim email pemulihan keranjang/pesan WhatsApp – Pengingat yang dipersonalisasi memberikan konversi yang baik.
Tips Pro Menambahkan diskon waktu terbatas dalam pengingat dapat mendorong pelanggan untuk menyelesaikan pesanan mereka. Anda dapat menjelajahi berbagai templat pesan whatsapp dari situs web kami.
Apa itu Abandon Penjualan Checkout?
Abandon penjualan checkout terjadi ketika pelanggan memulai proses checkout (memasukkan detail pengiriman atau pembayaran) tetapi keluar sebelum menyelesaikan pembelian.
Contoh Seorang pembeli menambahkan ponsel ke keranjang, mengisi detail pengiriman, tetapi meninggalkan situs saat diminta detail pembayaran.
Alasan Umum Abandon Penjualan Checkout
- Formulir checkout yang rumit – Terlalu banyak kolom atau langkah yang tidak perlu.
- Biaya akhir yang tidak terduga – Biaya menit terakhir muncul saat checkout.
- Kesalahan situs web – Halaman pemuatan lambat atau masalah gerbang pembayaran.
- Kekhawatiran keamanan – Pelanggan ragu untuk membagikan detail pembayaran.
- Tidak ada checkout tamu – Pembeli tidak ingin membuat akun.
Statistik untuk diketahui Sekitar 18% pelanggan berhenti selama checkout (Baymard Institute), yang jauh lebih rendah daripada abandon penjualan keranjang tetapi sering kali lebih merugikan.
Bagaimana Cara Mengurangi Abandon Penjualan Keranjang?
Karena pelanggan ini sudah lebih dekat dengan pembelian, perbaikan kecil dapat memberikan perbedaan besar.
- Buat formulir checkout tetap singkat dan sederhana (hanya minta detail yang diperlukan).
- Tawarkan sinyal kepercayaan – Lencana SSL, logo pembayaran aman, dan kebijakan pengembalian uang yang jelas.
- Sediakan beberapa opsi pengiriman – Termasuk pengiriman ekspres.
- Tawarkan obrolan langsung atau dukungan WhatsApp selama checkout untuk bantuan instan.
- Simpan otomatis progres checkout – Biarkan pelanggan kembali tanpa memasukkan kembali detail.
Tips Pro Menyederhanakan desain checkout dapat meningkatkan konversi sebesar 35.26% (Baymard Institute)
Mengapa Abandon Penjualan Checkout Lebih Menyakitkan?
Meskipun keduanya merugikan, abandon penjualan checkout biasanya memiliki dampak pendapatan yang lebih besar.
- Peninggal keranjang mungkin memang belum siap untuk membeli sejak awal.
- Peninggal checkout sudah menunjukkan niat yang kuat dengan mengisi formulir atau memasukkan detail.
Itulah sebabnya memperbaiki abandon penjualan checkout dapat memberikan ROI yang lebih cepat bagi sebagian besar toko online.
Metrik Apa yang Harus Dilacak?
Bagaimana WhatsApp Membantu Memulihkan Peninggalan?
WhatsApp telah menjadi salah satu saluran paling efektif untuk pemulihan keranjang dan checkout
- Pengingat otomatis Kirim sapaan ramah saat pelanggan meninggalkan item.
- Penawaran yang dipersonalisasi Bagikan diskon atau kupon secara langsung.
- Dukungan instan Berikan dukungan waktu nyata untuk pertanyaan checkout.
- Tautan checkout sekali klik Biarkan pengguna menyelesaikan pembayaran langsung dari obrolan.
Bisnis yang menggunakan WhatsApp untuk kampanye pemulihan melaporkan konversi hingga 30% lebih banyak dibandingkan dengan email saja.
Baca juga Bisakah WhatsApp Menggantikan Email untuk Pembaruan Pesanan Shopify?
Tips Praktis untuk Menangani Keduanya
Inilah cara Anda dapat menangani abandon penjualan keranjang dan checkout secara terstruktur
Untuk Abandon Penjualan Keranjang
- Berikan harga yang jelas di muka.
- Tawarkan ambang batas pengiriman gratis (misalnya, “Gratis ongkir untuk pesanan di atas $50”).
- Gunakan pengingat WhatsApp atau email dengan gambar produk.
- Tunjukkan elemen kepercayaan—ulasan, kebijakan, dan jaminan.
Untuk Abandon Penjualan Checkout
- Minimalkan kolom formulir.
- Sediakan berbagai metode pembayaran dan pengiriman.
- Tambahkan indikator progres (Langkah 1 dari 3, dll.) untuk mengurangi hambatan.
- Tawarkan dukungan waktu nyata melalui obrolan langsung atau WhatsApp.
Perbedaan Utama Antara Keranjang Dan Checkout
👉 Anggap saja seperti ini Abandon penjualan keranjang = kehilangan penjelajah, Abandon penjualan checkout = kehilangan pembeli.
Pikiran Akhir
- Abandon penjualan keranjang dan abandon penjualan checkout mungkin terdengar mirip, tetapi keduanya adalah masalah yang berbeda dengan solusi yang berbeda. Abandon penjualan keranjang terjadi sebelum checkout dimulai—biasanya karena kejutan harga, gangguan, atau kurangnya kepercayaan.
- Abandon penjualan checkout terjadi selama checkout—seringkali karena proses yang rumit atau masalah pembayaran.
Dengan mengatasi keduanya, Anda dapat memenangkan kembali lebih banyak pelanggan dan meningkatkan konversi secara signifikan.
👉 Jika Anda menjalankan toko Shopify atau eCommerce, mulailah dengan
- Memperbaiki proses checkout Anda untuk pengalaman yang lebih lancar.
- Menggunakan pengingat WhatsApp atau email untuk pemulihan keranjang yang ditinggalkan.
- Membangun kepercayaan dengan harga yang jelas, kebijakan, dan opsi pembayaran yang aman.
Perubahan kecil di area ini dapat mengubah peninggalan menjadi penjualan yang sukses—dan itulah perbedaan yang nyata.
PERTANYAAN YANG SERING DIAJUKAN
1. Apa perbedaan utama antara Abandon Penjualan Keranjang dan Checkout?
Jwb Abandon penjualan keranjang terjadi lebih awal, sementara peninggalan checkout terjadi kemudian selama pembayaran atau langkah terakhir.
2. Bisakah menawarkan pengiriman gratis mengurangi peninggalan?
Jwb Ya, pengiriman gratis atau berbiaya rendah adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi peninggalan keranjang dan checkout.
3. Apakah peninggalan Checkout lebih buruk daripada peninggalan Keranjang?
Jwb Keduanya merugikan penjualan, tetapi peninggalan checkout sering kali berarti pelanggan sudah sangat dekat untuk membeli, sehingga kerugiannya terasa lebih besar.
4. Berapa Rata-rata Tingkat Abandon Penjualan Keranjang?
Jwb Menurut Baymard Institute, rata-rata global tingkat abandon penjualan keranjang adalah 70.19%, sementara peninggalan checkout sekitar 18%.